Dunia ini jahat.
Tidakkah kau merasa?
Angin malam yang bertiup itu, mencoba menarik kita.
Kemilau permata yang menyilaukan itu, mencoba merusak kita.
Dunia ini hendak merebut tanganmu dari genggamanku.
Dunia ini hendak memisahkan tubuhku dari pelukanmu.
Berjaga-jagalah, Sayang!
Kuatkan dirimu, kubantu mendoakanmu.
Sebab apabila yang buruk itu mengharapkan perpisahan kita, maka hati kita yang menyatu itu artinya baik.
Bagimu, bagiku, cinta itu nyata, adanya.
Bertahanlah!
Selama kita masih bernafas, jangan keluar dari perjuangan.
Bertahanlah, jangan menyerah!
Kau tidak sendirian, kita bersama-sama.
Bagiku, wajah yang diinjak-injak itu lebih baik daripada aku membawa kakiku jauh dari hatimu.
Tidak akan kubiarkan kau sendirian.
Tidak akan!
Dunia ini memang jahat, namun aku ingin jadi pahlawanmu.
Namaku akan harum di hatimu, dan jiwaku akan tinggal di dalam hati anak-anak yang kau lahirkan kelak.
Dunia ini jahat, kubilang.
Dan cintaku akan tetap hidup.
Absurd Mode
Hidup ini Kadang di atas, kadang di bawah, kadang kita nginjek tai ayam, kadang ayam nginjek tai kita
Rabu, 06 April 2016
Dunia ini jahat
Jumat, 18 Maret 2016
#eeaaa
Saya selalu kepikiran, kalo ada hal-hal yang Allah ciptakan ketika ia tersenyum. Mungkin kamu salah satunya :')
#eeaaa
Rabu, 09 Maret 2016
Gerhana Matahari Total
Pagi ini, akan banyak yang menyaksikan ketika Pagi dan Malam bersatu.
Pagi dan Malam akhirnya bertemu setelah menunggu dalam waktu yang sangat lama,
dan bersatu meski sebentar.”
Tetapi tetap terlihat menyenangkan, kan?
Mungkin suatu hari kita :')
#eeeaa
Jumat, 04 Desember 2015
Ngupil
Gila men, ngeliat anak kecil umuran 1,5 tahun ngupil gitu kayaknya rasanya nikmat banget deh, kayak dunia cuma milik dia gitu.
Ngeliat dia ngupil, gue juga ngikut ngupil yah, eh tapi kok cair yah? Eh ternyata gue lagi pilek :((
Rabu, 02 Desember 2015
Keberatan nama
Pernah denger gak ada anak kecil suka sakit-sakitan, terus namanya di ganti ngga sakit-sakitan lagi. Kalo kata orang tuanya keberatan nama.
Padahal nama anaknya Udin, tapi sakit-sakitan. Terus di ganti jadi Nidu ngga sakit lagi. Padahal cuma di balik doang namanya.
Hahaha tapi itu bohong, yang ada temen gue tadinya namanya Zipo, terus di ganti jadi Didi. Padahal waktu kecil katanya dia sakit-sakitan mulu tapi setelah ganti nama jadi ngga sakit-sakitan.
Gua sih masih ngga percaya, masalahnya temen gue waktu kecil namanya Dadan, terus di ganti jadi riki. Dia dari kecil ngga sakit2an. Tapi emaknya aja yg pengen ganti namanya aja.
Namanya gua kan lumayan lah masih terbilang bagus. Tapi gua gini-gini aja. Gua tuh jadi ngebayangin kalo nama gua dari kecil misalkan, "Cristiano Ronaldo" Mungkin gua udah mati gara2 keberatan nama hahaha.
Tapi misalkan, nama gua jadi Udin penyok. Wah pasti gue jadi kuat, jarang sakit, sukses. Ini kan berarti gue lebih cocok punya nama udin penyok hahaha..
Minggu, 29 November 2015
Ngomongin lagu
Btw kenapa judulnya ngomongin lagu?
Bicara tentang ngomongin lagu, semalem ada yg sms ke gua gini
"Dwnld lagunya rizky febian kesetiaan cinta terus dengerin"
Gua dengerin, enak sih. Tapi ini siapa yg sms.
Lanjut ke ngomongin lagu. Gua lumayan sering dengerin. Biasanya sih kalo lagi ngga ada orang di rumah gua gedein volumenya. Pokonya sekenceng-kencengnya.
Tapi kalo hujan, biasanya gua dengerin pake hedset. Kayak sekarang gua nulis, di luar lagi ujan.
Lagu yg bagus itu menurut gua di liat dari liriknya dulu. Gua suka lirik lagu yg puitis semisal lagu-lagu ipang. Walaupun dia teriak-teriak nyanyinya, tapi lirik di setiap lagunya puitis gitu. Misal nih yg judulnya "Akhirnya jatuh cinta".
"Semua berubah saat bersamamu, tak mungkin kudapat kalau tanpamu. Sangat kunikmati mencintaimu, sangat kunikmati... bersamamu"
Apalagi yang paling gua suka lirik terakhir dari lagu Bintang di hatiku..
"Kau bintang di hatiku..., kau lah super star ku......"
Ada juga lagu luar yang gua suka. Misalnya lagu I Don't Want To Miss A Thing, lagunya Aerosmith ini sih lagu paling legend lah. Sama lagunya Rixton Me and my broken heart, yg liriknya ngena banget.
Terakhir nih coba dengerin lagunya Naif - Karena kamu cuma satu.
Selasa, 08 September 2015
Bukan Baru Kemarin Sore
Aku telah lama mengenalmu, bukan baru kemarin sore. Kamu seperti selembar kertas yang aku baca setiap pagi, seperti kursi yang aku duduki setiap siang, seperti jalanan yang aku lewati setiap sore, dan seperti radio yang aku dengar setiap malam. Aku tahu getar suaramu, aku ingat lirik matamu dan aku mengerti arti senyummu. Aku tahu saat kamu merasa lapar, atau mengantuk dan juga bosan. Aku hafal warna kesukaanmu, minuman favoritmu dan lagu-lagu yang sering kamu dengarkan. Aku kenal sahabatmu, aku juga ingat wajah ibumu. Aku pernah menjabat tangan saudaramu, dan aku pernah menyentuh boneka kesayanganmu. Aku mengerti bahwa kamu tidak suka soda, enggan menunggu lama dan pantang pulang di larut malam. Aku ingat bahwa kamu pun benci asap rokok dan tidak tahan bila berada di ruangan yang tak sejuk. Aku tahu saat maag-mu kambuh, dan aku bisa membaca perih yang perutmu rasakan. Sebegitunya aku mengenal kamu, dan kamu pun memahaminya. Maka apa lagi yang mau kamu tanyakan padaku tentang seberapa perihnya aku yang telah kamu dustai?