Hidup ini Kadang di atas, kadang di bawah, kadang kita nginjek tai ayam, kadang ayam nginjek tai kita
Rabu, 10 Desember 2014
"Syarat jatuh cinta"
Alana jelek..
Asta ganteng..
Alana suka Asta
Asta benci orang jelek.
Alana asta pacaran?
Hmmm...
Ini kata-kata dari sampul belakang buku "Syarat jatuh cinta" Karya Marin josi & Purba sitorus, yang baru saja saya akan baja.
Saya gak bakalan ngebahas kata-kata di atas itu. Begini, kejadiannya tadi malam sekitar jam 10:45 kalo tidak salah sih. Handphone saya yang saya set dengan nada pemberitahuan hangout berdering keras. Membangunkan saya yang setengah hendak tertidur. Tidak ada nama, hanya ada angka 08 dan triplle 7xxx, ----
"Assalamuaallaikum" Ucap seorang wanita di ujung telepon.
Saya tersentak, kaget sekaligus kegirangan. Saya ingat suara ini, sekitar 3 tahun lalu sejak terakhir kali saya mendengarnya.. 3 tahun lalu ketika provider XL masih memberlakukan paket 10rb seminggu gratis telpon dan sms sepuasnya. ---
"Waallaikumsallam" Jawab saya pelan.. sembari melajutkan kata, saya berbicara.. "Kalo boleh menebak, saya kenal suara ini"
"Emangnya kamu tau ini siapa? Jawab wanita itu seakan menantang..
"Jelas saya tau kamu siapa. Sudah lama telinga saya merindukan suara ini, Rindu setengah mati bahkan saya hampir menggila karena merindukan kamu yang punya suara indah ini. Ngomong-ngomong ada alasan apa kamu menelpon saya?" ---
"Kangen" Jawab wanita ini simple, tapi sudah mampu membuat hati saya meledak kegirangan----
Saya ga bakalan ngelanjutin percakapan diatas, karnĂ jika di lanjutkan mungkin akan menghabis waktu kalian untuk membaca cerita saya yang tidak penting ini.
---
Saya sering melihatnya, saya sering satu angkot dengannya, saya pernah 1 bahkan 2 kali saling menghadap duduk di dalam angkot, tapi tidak ada percakapan, tidak ada suara 1 huruf pun terdengar. Inilah alasan saya rindu suaranya. Sudah 3 tahun sejak saat itu, saat dimana kamu tidak membalas sms saya, tidak mengangkat telpon dari saya dan tiba-tiba nomor kamu tidak aktif. Tidak ada kata perpisahan tidak ada kejelasan. Kamu menghilang seperti di telan bumi. Membuat hati saya tersesat.
------
Saya pernah mendengar kalimat ini "Cinta tau kemana dia harus pulang" Dan saya sekarang benar-benar percaya dengan kalimat.
-------
"Ah sial!! Asta menjentikan pulpennya, buka catatannya penuh dengan coret-coretan tidak jelas.." Ini paragraf pertama dari prolog novel "Syarat jatuh cinta" Sekarang saya akan melanjutkan membacanya...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar