Sabtu, 21 Juni 2014

Kemanakah sebenarnya kamu?

"...Seperti malam-malam sebelumnya. Malam ini aku hanya bertemankan dinginnya angin yang berhembus dan kepulan asap dari secangkir kopi panas.

Sebelum kamu menjadi miliku, aku selalu berusaha keras menarikmu kedalam ruang amanku. Selalu berusaha keras menahan rasa kantuk, menunggu kabarmu hingga larut malam.

Sekarang, di saat kau sudah menjadi miliku, kenapa justru aku merasa terabaikan?
Kemana semua senyum manismu itu?
Kemana semua hangatnya pelukmu itu?
Kenapa semua hilang begitu saja?
Kenapa perubahan itu menghampiri dirimu begitu cepat?

Keegoisanku mungkin membuatmu tak nyaman denganku. Tapi kenapa semakin hari, semakin kau tau kekurangan-kekuranganku itu, kamu seolah pergi perlahan meninggalkan ku.

Aku tau jangankan pacar atau seseorang yang saling sayang, teman saja bisa berpaling jika ada seseorang yang lebih nyaman.

Kamu tau sayang. Selalu..., aku selalu mencoba membuat kamu nyaman dengan keberadaanku, meredam keegoisanku. Menerimamu dengan segala yang kamu miliki, berusaha keras menghantam amarahku dengan segala rindu.

Aku tidak pernah melarangmu kenal dengan siapapun, tapi yang aku takutkan, kamu pergi   disaat kamu kenal dengan seseorang yang akan membuatmu lebih nyaman.

Jangan buat aku menerka-nerka dan berburuk sangka. Sayang.

Aku hanya ingin mengetahui bagaimana isi hati dan pikiranmu.
Aku hanya ingin tahu, masih adakah sosoku di situ, masih berartikah diriku ini dalam hidupmu.

Kemanakah perginya kamu yang dulu. Kemana perginya riang tawamu saat kau bersamaku?

Aku ini hanya merindukanmu.
Setengah mati merindukanmu.
Bahkan aku hampir menggila memikirkan dirimu.
kemanakah sebenarnya dirimu yang dulu.
Aku Rindu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar